Perkembangan material bangunan terus mengalami inovasi setiap harinya. Salah satu inovasi yang banyak terlihat adalah pada material batu bata. Contoh inovasi terbaru yang mulai banyak digunakan adalah batu bata hitam. Batu bata modern ini semakin banyak diminati oleh banyak developer karena keunggulannya.
Namun, di balik popularitasnya, masih banyak mitos yang beredar di masyarakat dan tukang bangunan baru dan seringkali membuat orang ragu untuk menggunakannya.
Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, sebagian besar anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Berikut beberapa mitos tentang batu bata hitam yang perlu diluruskan.
1. Bata Hitam Berbahaya Karena Terbuat dari Fly Ash
Salah satu mitos paling umum adalah anggapan bahwa batu bata hitam berbahaya karena dibuat dari limbah fly ash batu bara. Banyak yang mengira material ini mengandung zat berbahaya yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Faktanya, fly ash yang digunakan telah melalui proses pengolahan dan pengujian ketat di laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa material ini aman digunakan sebagai bahan bangunan. Bahkan, pemanfaatan fly ash justru membantu mengurangi limbah industri dan mendukung konsep ramah lingkungan.
2. Bata Hitam Susah Dipasang
Ada juga anggapan bahwa batu bata hitam lebih sulit dipasang dibandingkan bata merah biasa.
Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Batu bata hitam memiliki bentuk yang presisi dengan sudut yang siku dan ukuran yang seragam. Hal ini membuat proses pemasangan menjadi lebih mudah, rapi, dan cepat. Tukang tidak perlu banyak melakukan penyesuaian seperti pada batu bata merah konvensional.
3. Susah Diplester
Mitos berikutnya adalah batu bata hitam sulit diplester.
Faktanya, permukaan batu bata hitam justru mendukung daya rekat plesteran dengan baik. Selain itu, material ini tidak menyerap air sebanyak bata merah, sehingga tidak perlu disiram terlebih dahulu sebelum proses plester dimulai. Ini tentu menghemat waktu pengerjaan di lapangan.
Kamu bisa mulai dari memilih material dinding yang punya daya rekat bagus dan stabil, seperti Bata Hitam Premium Reclea Brick®. Bata ini punya pori kecil dan permukaan padat, jadi plesteran menempel lebih kuat dan tidak mudah lepas.
4. Lebih Mahal
Banyak yang menganggap batu bata hitam lebih mahal dibandingkan bata merah biasa.
Memang benar secara harga satuan, batu bata hitam sedikit lebih tinggi. Namun, jika dilihat dari keseluruhan biaya pembangunan, justru bisa lebih hemat.
Dengan ukuran yang lebih besar, penggunaan batu bata menjadi lebih sedikit. 1 meter persegi hanya memerlukan 68 keping bata, sedangkan batu bata merah biasa memerlukan 80 keping bata.
Selain itu, kebutuhan semen juga berkurang drastis karena nat(spesi semen) yang lebih tipis dan pemasangan yang lebih efisien. Bahkan, penggunaan semen bisa dihemat hingga 70%. Ditambah lagi, proses pemasangan yang lebih cepat juga mengurangi biaya tenaga kerja.
Kesimpulan
Banyak mitos tentang batu bata hitam yang sebenarnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Dengan teknologi produksi yang lebih modern, material ini justru menawarkan berbagai keunggulan mulai dari keamanan, kemudahan pemasangan, hingga lebih hemat biaya yang akan sangat menguntungkan pemilik bangunan.
Memahami fakta yang benar akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih tepat dalam memilih material bangunan, terutama jika Anda menginginkan hasil yang kuat, rapi, dan tahan lama.
Saatnya beralih ke material yang sudah pasti teruji kualitasnya yaitu Bata Hitam Premium Reclea Brick® yang lebih kuat, lebih kokoh, lebih presisi, lebih hemat, lebih kedap suara, dan dapat membuat bangunan lebih sejuk 25%.
Bersama RECLEA BRICK®, BERANI BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK💪